Berita

Indahnya Bekerja Dalam Kebersamaan

#dpnr#, 20 Februari 2014

Kita semua pasti pernah melihat pelangi. Bahkan pada saat sekolah dasar guru kita mengajarkan cara menghafal warna-warnanya dengan “jembatan keledai” untuk mengingat. Mijikuhibiniu; merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Dalam bekerja, gejala optik dan meteorologi yang menghasilkan spektrum cahaya ini memberikan pembelajaran tentang togetherness dan sebuah tim kerja. Bekerja dalam kebersamaan akan jauh lebih baik daripada bekerja sendiri-sendiri.

Warna merah tidak akan terlihat merah jika tidak ada warna pelangi lainnya. Dia akan menyilaukan dan menyakitkan mata saat dipandang. Begitu juga warna yang lain. Bagaimana di setiap lini dalam unit kerja, kita bagaikan warna-warna pelangi tersebut. Bagimana kita mampu bersanding dengan harmonis, saling melengkapi, sehingga harmonisasi itu menjadi sangat indah dilihat.

Dan hal itu sangatlah sulit untuk dilakukan. Kita masih harus banyak belajar untuk menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang mampu salah satunya untuk membimbing anak buah. Ada beberapa hal yang penting untuk dipertimbangkan agar kita mampu untuk membimbing, melatih, memotivasi dan menilai kinerja para bawahan dengan baik dan benar.

1. Jadilah Pendengar yang Baik

Carl Rogers, seorang pakar di bidang psikologi, pernah berkata bahwa penghalang yang terbesar untuk melakukan komunikasi pribadi adalah ketidaksanggupan seseorang untuk mendengarkan dengan baik, dengan penuh pengertian dan perhatian kepada orang lain. Jika kita diberi tugas untuk membimbing dan melatih bawahan maka hal ini merupakan salah satu hal terpenting yang harus diingat. Ketika kita sedang berbicara dengan bawahan jagalah agar tidak terlalu banyak berbicara, melainkan lebih banyak mendengarkan keluhan dan masukan dari bawahan kita.

Meskipun demikian mendengarkan tidaklah selalu berarti bahwa kita percaya terhadap segala yang kita dengar. Tentu saja untuk dapat menjadi pendengar yang baik dibutuhkan kesabaran dan kerendahan hati.

2. Kenali Pekerjaan yang Dilakukan

Kita sering melakukan kesalahan dalam menginterpretasi dan menilai hasil kerja seseorang sebagai akibat dari suatu pandangan dan pengetahuan yang dangkal sekali tentang pekerjaan orang tersebut. Akibatnya tidak sedikit bawahan yang menjadi frustrasi dan bahkan tidak "respect" terhadap kita karena mereka menilai kita tidak tahu apa pekerjaan bawahan sebenarnya (padahal kita seharusnya tahu).

3. Kenali Bawahan Kita

Sebagai atasan, kita harus mengetahui kesanggupan dan bakat-bakat anak buah kita dan menolong mereka agar menggunakan kemampuannya untuk disalurkan dalam pekerjaan. Kita juga dituntut untuk mendorong usaha-usaha perbaikan diri bawahan, mengerti kebutuhan dan keinginan mereka, dsb. Sebagai contoh: kita harus dapat membedakan apakah bawahan kita lebih tertarik pada kesempatan dan tantangan karir atau pada materi seperti uang atau lebih pada status. Jika kita dapat mengindentifikasi hal ini maka akan lebih mudah untuk mengarahkan dan memotivasi bawahan.

 4. Kenali Perlombaan yang Ingin Kita Lakukan

Sebagai pejabat baru dan masih berada dalam semangat yang menyala-nyala untuk mendorong dan memotivasi bawahan, kita mungkin terus memacu bawahan untuk melakukan sesuatu, yang sesungguhnya tidak terlalu signifikan. Hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar karena kita mungkin masih dalam tahap ingin menunjukkan jati diri sebagai atasan yang pantas menduduki jabatan tersebut.

5. Gunakan Peristiwa-Peristiwa Khusus

Dalam aktivitas kerja selalu saja ada kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa khusus yang dapat dijadikan bahan atau contoh untuk membangun semangat kerja bawahan kita. Tunjukkan kepada bawahan faktor-faktor apa saja yang membuat unit kerja kita meraih sukses. Dan tunjukkan juga faktor-faktor atau perilaku apa saja yang menyebabkan unit kerja kita mengalami kegagalan. Dalam menyikapi kegagalan, carilah alternatif solusi secara bersama-sama, usahakan banyak ide-ide yang dapat diutarakan, dan jangan sekali-kali mematahkan semangat bawahan anda sebab bila ia patah semangat maka banyak hal yang tidak akan tercapai. Sebagai atasan, anda harus jeli memanfaatkan peristiwa yang ada untuk mengarahkan bawahan dalam memahami dan menghadapi fakta atau realitas dalam pekerjaan sehari-hari.

6. Berikan Kesempatan

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan bawahan dalam bekerja jarang sekali berakibat fatal. Artinya dari kesekian banyak kesalahan yang mungkin dilakukan masih terdapat peluang untuk diperbaiki dan diberikan kesempatan untuk berubah. Oleh karena itu, janganlah semata-mata memberikan hukuman kepada bawahan yang kebetulan melakukan kesalahan, tapi tolonglah dia dan berikan kesempatan kedua untuk memperbaiki dirinya.

Jika kita memang sudah menyerah terhadap kemungkinan perbaikan dari seorang bawahan, yaitu jika kita merasa bahwa pekerjaannya sangat tidak memuaskan dan dia tidak mungkin lagi dapat memaksimalkan pekerjaan tersebut (meski sudah dilakukan bimbingan dan pelatihan), janganlah berpura-pura menolongnya dan hentikanlah usaha-usaha melakukan kritik yang konstruktif, karena semua itu tidak akan berguna lagi. Katakanlah kepadanya dengan terus terang bahwa pekerjaan yang dia lakukan tidak berhasil. Kemudian sarankan suatu mutasi ke bidang lain yang lebih sesuai, jika hal itu memungkinkan.

8. Delegasikan Tanggung jawab

Salah satu hal penting dari sifat-sifat seorang atasan adalah bagaimana ia dapat mendelegasikan atau mewakilkan tanggungjawab dan wewenang kepada bawahannya. Seorang atasan yang buruk tidak akan pernah mau dan mampu mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang kepada bawahannya. Sebaliknya atasan yang lemah akan terlalu mudah mendelegasikan tanpa adanya pengawasan atau kontrol yang cukup. Sementara itu jika kita ingin menjadi atasan yang yang baik maka delegasikan tanggung jawab dan wewenang anda dengan suatu catatan atau agenda yang memuat waktu penyelesaian pekerjaan tersebut. Mintalah laporan perkembangan pekerjaan pada waktu-waktu tertentu dan lakukan tindakan-tindakan yang positif jika permasalahan muncul atau terjadi.

9. Patuhi Batas-batas Peran Anda

Sebagai atasan kita harus menyadari benar kemampuan kita, kita tidak dapat mengubah semua hal sesuai dengan keinginan kita. Kita harus menyadari bahwa kita bukanlah dokter bedah otak, yang dapat mengoperasi setiap orang sesuka hati, juga bukanlah pendeta/kiai bagi bawahan dan juga bukan ahli psikologi yang dapat menyembuhkan berbagai masalah psikologisnya. Ingatlah bahwasanya ada tiga jalan yang mendasar untuk mengubah seseorang: yaitu tobat keagamaan, psikoterapi dan operasi otak. Kita adalah seorang pemimpin, janganlah memaksakan diri untuk melakukan ketiga hal tersebut. Salah-salah kita akan menjadi korbannya.

 Seperti sebuah pelangi, kesuksesan dapat kita raih di saat-saat tertentu, tidak setiap waktu. Seperti kalimat bijak Thomas A. Edison, penemu dan pendiri Edison Light Electric Company) bahwa “Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.

Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan”. Dan kesempatan menurut Imam Ali datang bagai awan berlalu, maka pergunakanlah selagi ia nampak di hadapanmu.

Kembali ke Atas - Kembali ke Arsip

Berita Lainnya

Construction Safety Award EPC1 Banyu Urip Project Bojonegoro
Kali ini, Direktur ...

Togetherness PT DAYA PATRA NR Through The Outbound
Togetherness and good cooperation within organizations is an imperative in improving ...

SENORO GAS DEVELOPMENT PROJECT
PT DAYA PATRA is one of the construction companies in Indonesia that ...

About Us

PT DAYA PATRA NGASEM RAYA is a business entity service that work in the field of construction services, Procurement, & Engineering was founded on April 12, 2012.

Company Login

Contact Us

PT DAYA PATRA NGASEM RAYA
JL. Angling Dharma 09 Kalitidu
Bojonegoro, East Java

Phone : ( +62353 ) 511407
Fax : ( +62353 ) 511407
headoffice@dayapatra.com